- 1. TEORI PELANGGARAN HARAPAN EXPECTANCY VIOLATION THEORY (EVT) Berdasarkan Penelitian Judee Burgoon . Fuji Rahmawati Batara 2402713016 Jurusan Ilmu Komunikasi ( konsentrasi Jurnalistic) Universitas Garut
- 2. LATAR BELAKANG PENEMU TEORI PELANGGARAN HARAPAN Teori ini dikreasikan oleh Judee Burgoon (1978) Burgoon adalah alumni Iowa State University (S1), Illinois State University (S2), dan West Virginia University (S3). Saat ini, Burgoon adalah salah seorang profesor komunikasi dari University of Arizona. Selain EVT, Burgoon juga terlibat dalam terciptanya Interpersonal Adaptation Theory dan Interpersonal Deception Theory
- 3. TEORI PELANGGARAN HARAPAN EXPECTANCY VIOLATIONS THEORY (EVT) Teori ini menyatakan bahwa orang memiliki harapan mengenai perilaku non verbal orang lain Teori Pelanggaran Harapan tertarik dengan struktur dari pesanpesan nonverbal. Teori ini menyatakan bahwa ketika normanorma komunikasi dilanggar, pelanggaran ini dapat dipandang dengan positif atau negatif, tergantung dari persepsi penerima terhadap si pelanggar.
- 4. GAGASAN DASAR TEORI PELANGGARAN HARAPAN Peranan komunikasi non verbal : Apa yang kita lakukan dalam sebuah percakapan atau bagaimana cara kita mengatakan sesuatu dapat menjadi lebih penting dari apa yang sebenarnya kita katakan. Salah satu perilaku komunikasi non verbal yang sangat mempengaruhi komunikasi interpersonal adalah jarak. Jarak menjadi penting karena perubahan jarak yang tidak diharapkan bisa menjadi sangat ambigu atau membangkitkan nuansa tertentu sedangkan pada sisi yang lain setiap orang diyakini memiliki harapan/sangkaan yang berbeda-beda tentang jarak dan penggunaannya. Untuk memahami komunikasi non verbal khusunya jarak yang diintegrasikan ke dalam ruang personal dan pengaruhnya terhadap pesan-pesan dalam komunikasi maka dikembangkanlah Teori Pelanggaran Harapan
- 5. HUBUNGAN RUANG Proksemik • Ilmu tentang penggunaan ruang oleh seseorang, membahas cara seseorang menggunakan ruang dalam percakapan mereka dan juga persepsi orang lain terhadap penggunaan ruang
- 6. PREMIS BURGOON (1978) Afiliasi Manusia mempunyai dua kebutuhan yang berlawanan dalam hubungan ruang Manusia senantiasa memiliki keinginan untuk dekat dengan orang lain Ruang Personal Penggunaan ruang dan jarak seseorang yang dapat berubah-ubah terhadap orang lain
- 7. ZONA PROKSEMIK Edward Hall (1996) dalam studinya menemukan ada 4 zona proxemik yang digunakan oleh manusia dalam berinteraksi dengan orang lain.
- 8. ZONA PROKSEMIK Jarak Intim • Zona spasial yang sangat dekat, mulai dari 0-18 inci (46 cm), biasanya digunkan untuk pasangan yang dekat
- 9. JARAK PERSONAL Zona spasial yang berkisar antara 18 inci4 kaki (1,2 meter), digunakan untuk keluarga dan teman
- 10. Jarak Sosial Zona Spasial yang berkisar antara 4-12 kaki (1,2-3,6 meter), digunakan untuk hubungan yang formal
- 11. Jarak Publik Zona spasial yang berjarak 12 kaki (3,7 meter) atau lebih, digunakan untuk diskusi yang sangat formal
- 12. KEWILAYAHAN Wilayah Primer Menunjukkan kepemilikan eksklusif seseorang terhadap sebuah benda/area Wilayah Sekunder Merupakan afiliasi seseorang dengan sebuah area atau benda Wilayah Publik Merupakan tempat-tempat terbuka untuk semua orang, termasuk pantai dan taman
- 13. TIGA ASUMSI TEORI PELANGGARAN HARAPAN HARAPAN ASUMSI 1 MENDORONG TERJADINYA INTERAKSI MANUSIA Asumsi ini menyatakan bahwa manusia selalu memiliki harapan-harapan yang akan dibawanya dalam interaksinya dan mempengaruhi perilakunya dalam interaksi itu dengan orang lain.
- 14. Harapan adalah pemikiran dan perilaku yang diantisipasi dan disetujui dalam percakapan dengan orang lain Harapan merupakan hasil dari norma- norma sosial, stereotip, rumor dan sifat idiosinkratik dari Komunikator (Tim Levine, 2000)
- 15. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HARAPAN Faktor-faktor indiviudal komunikator (gender, kepribadian, usia, penampilan dan reputasi) Harapan Faktor-faktor rasional (sejarah hubungan yg melatarbelakangi, perbedaan status, tingkat ketertarikan dan rasa suka) Faktor konteks (formalitas/ informalitas, fungsi tugas/ soisal, batasan lingkungan dan norma-norma budaya)
- 16. DUA JENIS HARAPAN Prainteraksional Pengetahuan atau keahlian yang dibawa oleh komunikator ke dalam sebuah interaksi Interaksional Kemampuan seseorang untuk menjalankan sebuah interaksi
- 17. ASUMSI 2 HARAPAN TERHADAP PERILAKU MANUSIA DIPELAJARI Asumsi ini menyatakan bahwa harapan bukanlah bawaan lahir atau bersumber dari sesuatu yang alamiah. Harapan merupakan sesuatu yang dipelajari manusia dari budaya masyarakatnya atau individu-individu yang ada dalam/menjadi anggota dari kebudayaan itu. Misalnya, dalam budaya Amerika mengajarkan kita bahwa hubungan antara dosen dan mahasiswa adalah hubungan rasa hormat profesional. Contoh dalam budaya kita : Harapan orang tua dalam interaksi anaknya dengan orang yang lebih tua untuk melakukan budaya tabe’
- 18. ASUMSI 3 ORANG MEMBUAT PREDIKSI MENGENAI PERILAKU NONVERBAL Asumsi ini menyatakan bahwa perilaku non verbal sangat mempengaruhi jalannya percakapan dan perilaku ini mendorong orang lain untuk melakukan prediksi apa yang akan terjadi berikutnya kemudian memberi reaksi sesuai dengan pemaknaannya terhadap perilaku non verbal yang diprediksinya itu. Contohnya : Seseorang yang menurut anda menarik dan mengadakan kontak mata langsung dengan anda, awalnya terasa aneh tapi kemudian anda akan merasa nyaman …
- 19. VALENSI PENGHARGAAN KOMUNIKATOR Jumlah dari karakteristik – karakteristik positif dan negatif dari seseorang dan potensi bagi orang itu untuk memberikan penghargaan atau hukuman. Pelanggaran itu tidak selalu membawa dampak negatif. Malah bisa jadi positif, semua tergantung pada valensi penghargaan komunikatornya. Misalnya, apabila seseorang berdiri terlalu dekat dengan anda di dalam lift, padahal lift itu kapasitasnya 12 orang namun saat itu isinya hanya 2 orang saja, mesti anda merasa sangat tidak nyaman, aneh dan bisa jadi kesal. Tapi, kalau anda berdiri dengan sangat dekat (jarak intim) dengan orang asing karena berada di atas bus yang penuh sesak, anda bisa jadi tidak merasa ada masalah.
- 20. RANGSANGAN Rangsangan adalah minat atau perhatian yang meningkat ketika pelanggaran harapan terjadi Rangsangan Kognitif Kesiagaan mental akan adanya penyimpangan harapan Rangsangan Fisik Perilaku yang digunakan sebagai akibat dari penyimpangan harapan
- 21. BATAS ANCAMAN Toleransi bagi pelanggaran jarak Apabila suatu pelanggaran terhadap harapan mendatangkan perasaan tidak nyaman, tidak senang, aneh dalam diri seseorang, maka pelanggaran itu dianggap sebagai ancaman. Ketika jarak disamakan dengan ancaman, maka semakin dekat jarak maka situasi akan dianggap mengancam/membahayakan, begitu juga sebaliknya.
- 22. VALENSI PELANGGARAN Valensi pelanggaran ini adalah pemberian nilai positif atau negatif dari pelanggaran terhadap harapan. Valensi Pelanggaran lahir dari proses interpretasi dan evaluasi. Artinya, melihat sejauh apa pelanggaran dilakukan, siapa yang melakukan, dan dalam konteks apa. Misalnya, saya tidak suka bila ada orang asing duduk terlalu dekat dengan saya. Apa lagi sampai memasuki jarak personal saya. Tetapi, ketika yang memasuki jarak personal saya itu gadis cantik yang kebetulan juga seorang selebritas nasional, maka saya bisa menganggap pelanggaran itu sebagai sesuatu yang positif
Selasa, 18 Maret 2014
teori komunikasi tentang pelanggaran harapan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar